“Apa itu multimedia?” sebuah kata yang cukup sering kita dengar namun cukup jarang dimengerti meskipun bisa dibilang saat ini kita hidup di era serba digital. Era dimana informasi telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi setiap orang di seluruh dunia untuk saling terhubung. Seiring berkembangnya teknologi yang begitu pesat, media untuk menyampaikan informasi menjadi semakin beragam, mulai dari koran, majalah, radio, televisi, hingga jejaring sosial menggunakan jaringan internet yang biasa kita akses baik dari laptop maupun smartphone.

Multimedia adalah penggunaan komputer dalam menyampaikan informasi ke dalam bentuk teks, gambar, audio, video, animasi, dan interaktif. Teks bisa berupa koran, majalah dan buku. Gambar bisa berupa fotografi dan desain grafis. Audio berupa radio, musik, dan efek suara. Video berupa tayangan televisi, film, dan dokumentasi. Animasi dua dimensi, tiga dimensi, dan interaktif berupa materi presentasi di perusahaan, kantor, sekolah dan game atau permainan.

Dengan multimedia ini kita bisa membuat informasi, mempertajam informasi dari yang semula kurang jelas menjadi sangat jelas. Kemudian memperkaya informasi, ini sangat berguna untuk mempromosikan produk. Para pemilik UKM tentu sangat membutuhkan ini untuk meningkatkan penjualan produk-produknya. Selain Itu di multimedia bisa memanipulasi informasi. Misalnya sebuah kejadian yang biasa saja diubah menjadi sesuatu yang menarik dan dramatis ketika dikemas dalam bentuk sinetron, film, bahkan sebuah berita. 

Kemajuan teknologi multimedia telah menjadi salah satu tolak ukur kemajuan sebuah daerah hingga sebuah bangsa. Karena selain hidup di jaman dimana gadget selalu melekat di kehidupan manusia, fungsi utamanya yaitu mempermudah  dalam berbisnis, pekerjaan, hiburan, hingga kebutuhan sehari-hari.

Namun cukup disayangkan masyarakat kita terutama di daerah tidak banyak yang memanfaatkan “kehidupan baru” ini untuk mendapatkan keuntungannya. Tak sedikit pula yang beralasan “ah, capek harus belajar lagi dari awal.. mending jalani aja apa yang sudah ada seperti biasanya.” sambil asik BBMan. 

Mungkin jika yang mengatakan itu kakek atau nenek berusia lanjut tak jadi soal, namun jika anak muda yang masih segar, penuh potensi tak tergali dalam dirinya yang mengatakan itu, pasti anda merasakan hal yang sama dengan yang saya rasakan yaitu menyiraminya dengan segentong air doa agar dia terbangun dari mimpi indahnya dan segera sadar agar harus melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi-mimpinya itu.

Padahal dalam bermain game konsol ia tak pernah menyerah. Di setiap level meski sesulit apapun, jatuh, kalah, ia tetap terus mencoba hingga berhasil menaklukkan rintangan di level tersebut. Dengan serius ia akhirnya menyelesaikan seluruh level di game itu.

Jika saja hal tersebut dipraktekkan di dunia nyata, apapun pekerjaannya, dampaknya tentu akan sangat luar biasa. Ya, tentunya itu sulit dilakukan tanpa adanya passion dan keseriusan. Bahkan “kegiatan bermain” sekalipun akan menghasilkan sesuatu yang outstanding jika dilakukan dengan serius. Kita ambil contoh seperti Christiano Ronaldo dan bintang-bintang sepak bola lainnya, Tom Cruise dan aktor lainnya, Arbain Rambey, Darwis Triadi dalam fotografinya, Joko Anwar, Hanung Bramantyo dalam filmnya, Budiman Hakim atau biasa dipanggil Om Bud, Rizky Nur Zamzamy atau biasa dipanggil Om Jim dalam bidang periklanan, dan orang-orang hebat lainnya di bidangnya masing-masing. Semua orang bisa bermain seperti mereka, namun yang membedakan adalah keseriusan dalam melakukannya. 

Mungkin banyak sebagian dari kita tidak menyukai belajar seperti pada umumnya baca tulis di bangku sekolah dan cenderung lebih tertarik pada hal yang berbentuk permainan. Namun hal itu tidaklah buruk. Karena dalam bermain kita justru sebenarnya banyak belajar cuma tidak terasa kalau sedang belajar. Layaknya bermain game konsol, untuk melewati suatu rintangan mungkin dia tidak berhasil saat mencobanya pertama kali, namun dari situ dia belajar bagaimana agar berhasil dengan menggunakan cara lainnya. Selama belum berhasil, ia akan terus mencari cara agar bisa melewatinya.

Begitu pula dengan belajar di Teknologi Multimedia Broadcasting AKNS, karena hal-hal yang dipelajari adalah sesuatu yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, apalagi banyak mengandung unsur entertaining yang tak dimiliki jurusan lain, menjadikan belajar serasa bermain. Apalagi jika ia bermain serius, bukan tak mungkin suatu karya luar biasa bisa dihasilkannya. Dengan demikian, maka sudah saatnya kita untuk berperan aktif tidak hanya sebagai pengguna dan penikmat saja melainkan sebagai kreator dalam dunia multimedia ini. (dav/akns)



Terbaru

DUNIA BARU ITU BERNAMA MULTIMEDIA Penyerahan Beasiswa untuk Mahasiswa AKNS EMPAT PILAR UTAMA PENENTU SUKSESNYA KOTA WISATA Pelaksanaan Ujian Ukhir Semester Genap 2016-2017 AKNS memperingati Hari Pendidikan Nasional In House Training : Peningkatan Kompetensi Dosen