Menyambut Visit Sumenep 2018 para putra-putri asli bumi sumekar yang telah lama merantau, menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia dan telah sukses, pada sabtu dan minggu lalu (21-22/7) berkumpul dalam gelaran bertajuk "Jung-rojung Sataretanan mapak Visit Sumenep 2018" di Pendopo Sumenep.

Acara yang didukung penuh oleh Bank BPRS bekerja sama dengan Akademi Komunitas Negeri Sumenep ini dibuka dengan tarian topeng, dan sambutan oleh Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim.

"Ada tiga pilar utama yang akan menentukan kesuksesan wisata di Sumenep, yaitu Pemerintah, Pengusaha dan Warga itu sendiri. Pemerintah hanya memfasilitasi dan mendorong, sedangkan peran vital ada di pengusaha dan warga sekitar." ujar Bupati.

Namun ada satu lagi pilar penting yang tak boleh dilupakan seperti disampaikan Zainal B. Akademisi Polinema Malang pada forum diskusi. "Sebetulnya ada satu yang sering tidak dilihat namun kiprahnya luar biasa sangat membantu kemajuan negara ini, yaitu keberadaan perguruan tinggi negeri." tuturnya.

"Sumenep punya AKNS. Jika nanti menjadi Politeknik Negeri Sumenep fa insyaallah Sumenep akan menjadi ramai seperti Malang. Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, wisatawan yang datang ke Indonesia hanya sekitar 17-20 juta. Tertinggi pertama Bali, kedua Batu, fa insyaallah yang ketiga adalah Sumenep." lanjut Zainal diiringi tepuk tangan meriah para tamu yang hadir.

Pada forum diskusi tersebut Kepala Bappeda Sumenep Yayak Nurwahyudi tampil sebagai keynote speaker. Diantaranya juga turut menyampaikan masukan dan bahkan siap berinvestasi langsung maupun menarik investor lain untuk menanamkan investasinya di Sumenep seperti Fifi Trisjantie (Director Malang Town Square), Ahmad Faidlal Rahman (Kaprodi Pariwisata Unibraw Malang), Nanang Wahyudi (Pengusaha Garmen Jakarta), dan lainnya.

Seluruh peserta Jung-rojung Sataretanan mapak Visit Sumenep 2018 yang diketuai Yusuf Ismail ini setelah dari Pendopo langsung menuju Bandara Trunojoyo untuk menyaksikan pendaratan pertama pesawat ATR 72-600 oleh salah satu maskapai penerbangan terkemuka yang rencananya akan mulai beroperasi pada September 2017 mendatang. Setelah itu mengunjungi Taman Wisata Tectona, Boekit Tinggi dan keesokan harinya pulau Gili Labak dan Kota Tua Kalianget. (dav/ujik)


Terbaru

DUNIA BARU ITU BERNAMA MULTIMEDIA Penyerahan Beasiswa untuk Mahasiswa AKNS EMPAT PILAR UTAMA PENENTU SUKSESNYA KOTA WISATA Pelaksanaan Ujian Ukhir Semester Genap 2016-2017 AKNS memperingati Hari Pendidikan Nasional In House Training : Peningkatan Kompetensi Dosen